Safe and SecureUpdate News

Tren Mendaki Gunung saat Libur Akhir Tahun, Waspadai Risiko Hipotermia di Musim Hujan

ktivitas mendaki gunung kian diminati saat libur akhir tahun, namun pendaki perlu meningkatkan kewaspadaan dan persiapan menyusul risiko cuaca ekstrem

Menjelang libur akhir tahun, suasana pegunungan di berbagai wilayah di Indonesia semakin ramai dikunjungi pendaki dari berbagai usia yang mencari pengalaman alam dan tantangan baru. Aktivitas seperti mendaki gunung menjadi salah satu pilihan favorit untuk mengisi waktu luang, terutama setelah aktivitas rutin sepanjang tahun.

Namun, di balik semangat petualangan itu, kondisi musim hujan yang berlangsung saat ini membawa tantangan tersendiri bagi para pendaki. Tidak hanya medan yang menjadi licin dan sulit diprediksi, cuaca yang berubah cepat di kawasan pegunungan juga dapat menyebabkan penurunan suhu signifikan yang berisiko memicu hipotermia, kondisi medis serius karena tubuh kehilangan panas lebih cepat daripada yang dihasilkannya. detikcom+1

Kejadian tersebut baru saja terjadi di Gunung Agung, Bali, pada Selasa dini hari (23/12/2025), ketika seorang remaja perempuan asal Tabanan, Ni Komang K (16), mengalami hipotermia saat mendaki bersama tiga rekannya. Cuaca yang hujan disertai angin kencang membuat suhu turun drastis sehingga tubuh pendaki itu tidak mampu mempertahankan panasnya. Tim SAR gabungan, termasuk Basarnas dan BPBD, berhasil mengevakuasi korban dari ketinggian lebih dari 2.000 meter di atas permukaan laut dan membawanya turun untuk pemeriksaan medis. Korban kemudian dinyatakan sehat setelah mendapatkan perawatan. detikcom

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya persiapan matang sebelum mendaki, terutama di musim hujan seperti sekarang. Berikut beberapa hal yang wajib diperhatikan para pendaki:

1. Periksa cuaca dan kondisi tubuh
Sebelum berangkat, cek prakiraan cuaca di area tujuan. Cuaca di pegunungan bisa berubah dengan cepat, dan hujan lebat atau angin kencang sangat berisiko menimbulkan jalur licin dan penurunan suhu tubuh pada pendaki. Pastikan tubuh dalam kondisi prima dan siap secara fisik sebelum memulai pendakian. detikcom+1

Read More  Sering Terjadi Kecelakaan di Perlintasan Kereta, Mengapa Kendaraan Bisa Mendadak Berhenti di Rel?

2. Bawa perlengkapan yang sesuai musim hujan
Jaket tahan air, ponco, sepatu hiking dengan grip kuat, serta lapisan pakaian yang bisa menjaga suhu tubuh sangat penting. Hindari pakaian berbahan katun yang menyerap air—lebih baik memakai bahan yang cepat kering dan tetap hangat. Expat Indo

3. Makanan dan minuman cukup dan bergizi
Tubuh yang terus bergerak membutuhkan energi yang cukup. Asupan kalori tinggi seperti kacang-kacangan, cokelat, atau makanan bergizi lain serta minum secara teratur membantu menjaga energi dan panas tubuh sehingga mengurangi risiko hipotermia. IDN Times+1

4. Jangan mendaki sendirian
Ahli keselamatan gunung dan pemandu lokal sangat menyarankan pendakian dilakukan minimal berdua atau dalam rombongan. Jika terjadi keadaan darurat seperti cedera atau kelelahan, teman pendaki bisa membantu, mencari bantuan, atau membawa personel medis. web.gencat.cat+1

Selain itu, banyak praktisi outdoor juga menyarankan penggunaan pemandu lokal yang memahami medan dan cuaca setempat untuk mengurangi risiko kejadian tidak diinginkan seperti tersesat atau terjebak kondisi ekstrem. detikcom

Dengan mengetahui persiapan yang tepat dan menghormati potensi bahaya alam, pengalaman mendaki gunung di musim liburan bisa tetap aman dan menyenangkan. Jangan lupa untuk selalu mengikuti petunjuk keselamatan, memantau informasi resmi dari pihak berwenang, dan memprioritaskan kesehatan serta keselamatan selama perjalanan.

Back to top button